UPACARA BERNUANSA DJADOEL di Wisata Keboen Kopi Karanganjar

Keboen Kopi Karanganjar – Ada yang unik dalam memperingati upacara hari kemerdekaan RI di Keboen Kopi Karanganjar, yaitu upacara bendera dengan menggunakan kostum djadeoel atau baju tradisional jawa pada zaman dahulu. Serta pemutaran lagu Indonesia Raya yang masih asli bergenre tahun ‘45-an. Upacara yang di laksanakan pada Jumat 17 Agustus 2018 ini wajib diikuti oleh seluruh karyawan dan pekerja kebun, pengunjung dari berbagai club atau pecinta otomotif dan juga warga negara asing seperti dari Italia dan Inggris.

Wisata Keboen Kopi sendiri berbangga hati karena masih bisa membudayakan kegiatan tahunan tersebut. Disetiap tahun terdapat peningkatan peserta yang mengikuti upacara di tempat ini. Menurut Bapak Wima Brahmantya selaku pembina upacara Wisata Keboen Kopi Karanganjar, semua boleh mengikuti upacara 17 Agustus, tidak hanya orang dalam wisata Keboen Kopi Karanganjar saja, melainkan seluruh lapisan masyarakat atau organisasi yang rindu akan suasana upacara diperbolehkan untuk mengikutinya.

“Petugas yang mengibarkan bendera di Keboen Kopi Karanganjar tidak dipilih sesuai kriteria tertentu. Yang diharuskan tinggi, berbadan semampai atau lainya. Namun kami membuka pula yang ingin memiliki pengalaman mengibarkan bendera dengan bangga”, jelas Bapak Wima yang juga selaku Direktur Wisata Keboen Kopi Karanganjar.

Menurut salah satu petugas dan pembawa bendera, Indah mengatakan, “Saya dahulu ingin sekali menjadi petugas bendera pada jaman saya sekolah. Namun karena tinggi saya tidak masuk kriteria, saya memendam keinginan saya”. Dengan sangat bangga dan tegas Indah melanjutkan,”Saya berterimakasih kepada wisata Keboen Kopi Karanganjar menerima saya dan memberikan saya kesempatan untuk menjadi salah satu bagian penting dalam mengibarkan bendera merah putih”.

Selain mengadakan Upacara bendera, Wisata KeboenKopi Karanganjar bersama PT. Sampoerna juga mengadakan perlombaan 17an. Diantaranya, lomba balap kelereng, lomba estafet koin, dan lomba panjat debok pisang. Perlombaan yang antusias di ikuti oleh warga sekitar dan pengunjung wisata Keboen Kopi Karanganjar menjadi momok membahagiakan bagi yang ikut merasakan HUT RI ke 73 ini. Tidak hanya warga lokal, salah satu warga asing dari Italia pun ikut berpartisipasi.

“Ini sesuatu yang membanggakan,” Vallery warga asal Italia mengatakan. ”Saya diperbolehkan berpartisipasi. Awalnya saya tidak tahu permainan balap kelereng itu seperti apa?. Namun saya mencobanya dan saya begitu senang dan ingin mencoba perlombaan yang lain”, lanjutnya.

Rangkaian kegiatan 17an di Kebeon Kopi Karanganjar ini merupakan tradisi yang akan di pertahankan sampai kapanpun. Karena tradisi seperti ini merupakan budaya yang sudah diterapkan dari perkebunan kopi di bangun oleh keluarga Deny Roshadi setelah belanda meninggalkan Indonesia.(nh)

Share this post:
IndonesiaEnglish