Kebun Kopi Jejak Kolonial Belanda, De Karanganjar

Saat ini sudah  tempat wisata makin menjamur. Minat akan liburan atau sekedar jalan-jalan singkat sudah menjadi gaya hidup. Jika tak punya banyak waktu, menyisihkan waktu akan padatnya rutinitas kerja atau sekolah, salah satu pilihannya adalah liburan di kota sendiri. Setidaknya sudah bisa membunuh kepenatan serta menyegarkan otak. Hemat waktu dan biaya pula.

Wisata lokal kini gencar-gencarnya diperkenalkan, termasuk di Blitar. Sudah banyak tempat wisata yang bukan hanya Makam Bung Karno atau terkenal dengan pantai-pantainya. Wisata alam seperti bukit, pegunungan, dan wisata buatan menjadi incaran baru wisatawan baik dalam atau luar kota saat berkunjung ke Blitar lo.

Ini nih tempat wisata yang lagi jadi sorotan. Kebun Kopi Karangayar namanya, kalau manut ejaan lamanya yang tertulis di bangunan serta brosur wisatanya yakni di tulis dengan Keboen Kopi Karanganjar. Klasik banget kan.

Kebun Kopi Karanganyar ini berlokasi di Dusun Karanganyar, Desa Modangan, Kecamatan Nglegok, Kabupaten Blitar. Tak perlu khawatir, banyak petunjuk jalan menuju ke sana. Alami banget, terletak di tengah-tengah pedesaan. Suasana pedesaan. Rutenya juga bukan jalan aspal mulus, jalan khas pedesaan masih erat sama bebatuan dan jalanan pasir. Menjadikan sensasi tersendiri.

Kebun kopi ini merupakan perkebunan warisan Belanda yang dibuka sejak tahun 1874. Setelah kepergian Belanda, perkebunan ini dikelola oleh keluarga Roshardi secara turun menurun selama tiga genaris. Saat ini dikelola oleh keluarga mantan Bupati Blitar.

Tiket masuk hanya 10 ribu saja dengan gelang kertasnya sebagai tiketnya. Keren sih pengelolanya, memberikan daya tarik bahwasannya wisata sejarah itu bukan berarti kampungan ya.

Setelah melewati gerbang terlihat  jalan setapak kanan kirinya pohon-pohon hijau, sejuk layaknya ucapan selamat datang. Dan selepas melewati gerbang, ada satu bangunan yang sukses memikat mata pertama kali yakni bangunan klasik Belanda. Bangunan ini ternyata merupakan tempat persewaan kostum Belanda dan toko souvernir. Menunjang pose berfoto ala-ala Belanda dengan suasan tempatnya. Apalagi taman di depan bangunan ini, bangku panjang putih cocok banget untuk menghabiskan waktu dengan membaca buku.

Fasilitas-fasilitas yang ditawarkankan beragam. Jelas yang paling memikat adalah bangunan-bangunan lawasnya. Ditata sedemikian rupa dengan taman bundar di tengah-tengah bangunan-bangunan Belanda yang mengelilinginya.

Kantor perkebunan yang menjadi pusat informasi. Area bermain anak, yang bukan hanya orang dewasa saja yang bisa menikmatinya. Bisa juga ajak anak-anak supaya nggak bosen dan mengasah motorik mereka. Ada beberapa binatang juga lo, seperti binatang kambing dan rusa yang masih dalam arae bermain anak.

Selanjutnya, Roemah Lodji yang merupakan bangunan utama. Di dalamya lengkap dengan perabotan yang masih utuh tempo dulu. Rumah zaman dulu yang masih bisa dinikmati rasa klasiknya. Terdapat juga di salah satu replika kamar Bung Karno yang di dalamnya beberapa benda bersejarah dari beliau. Ada pula kafe yang menyediakan olahan kopi dan oleh-oleh kopinya. Kemudian ada beberapa tempat makan seperti Restoran Perangko yang menyediakan menu daerah. Oh ya ada kedai es krimnya juga lo.

Menuju belakang makin banyak yang ditawarkan, benar-benar beraroma tempo dulu.  Bangunan di kawasan Kebun Kopi Kanganyar ini dijadikan museum. Museum pusaka, museum Poerna Bakti berisi barang-barang. baju dinas milik Pak Bupati. Kemudian museum yang berisi lukisan-lukisan bersejarah. Ada satu lapang seperti stadion yang cukup luas. Bagus sekali juga untuk berfoto-foto.  Kemudian, di sebelahnya area pembibitan dan pabrik. Tepat di depan lapang ini bediri pendopo lengkap dengan gamelan-gamelan jawanya.

Jelas banget ini adalah wisata keluarga, wisata sejarah yang benar-benar menawarkan hal berbeda. Tenang, banyak spot foto yang bisa pengunjung eksplor. Nah fasilitas penunjang lain yang belum saya sebutkan yakni musholla, toilet, penginapan, dan area outbond.

Berwisata ke Kebun Kopi Karanganyar benar akan membawa pegunjung ke masa lalu dengan marasakan nuansa peninggalan kolonial Belanda. Dan tentunya tidak hanya menawarkan sejarahnya saja, tentunya juga tempat yang tepat untuk kalian pecinta kopi belajar tentang seluk beluk kopi. Wisata keluarga pula, memikat hati dengan suasana asri menjadi harga tersendiri yang nggak pernah didapat dari sebuah kesibukan.

sumber (https://www.kompasiana.com/verwatiiriani6785/5bdb0c60ab12ae225c716683/kebun-kopi-jejak-kolonial-belanda-de-karanganjar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.