Culinary

O.G CAFE

Tidak ada yang lebih oke daripada menikmati secara langsung secangkir kopi hangat, setelah menghabiskan waktu belajar tentang seluk-beluk tanaman kopi. Cafe bergaya zaman Kolonial Belanda ini adalah salah satu daya tarik tersendiri di area Keboen Kopi Karanganjar. O.G Cafe sendiri merupakan singkatan dari “Onze Grootouders Cafe” yang dalam bahasa Belanda artinya adalah “Kafe Kakek Nenek Kita”.

Perabotan di dalamnya yang serba vintage seolah-olah membawa pengunjung menyusuri lorong waktu kembali ke masa lalu. Lagu-lagu yang diputar di sini juga berasal dari zaman Tempo Doeloe, misalkan saja lagu legendaris “Geef Mar Mij Nasi Goreng” yang dinyanyikan oleh Wieteke Van Dort.

Berbagai jenis kopi bisa dinikmati di sini mulai dari Kopi Robusta Blitar, Kopi Arabika Nusantara, dan juga Kopi Luwak. Cara penyajiannya pun juga bermacam-macam mulai dari Tubruk, Syphon, V60, Vietnam Dripp, dsb.

RESKO

Resko merupakan singkatan dari “Restoran Perangko”. Banyak koleksi perangko kuno yang ditampilkan di sini, baik perangko dalam negeri maupun mancanegara. Ada perangko pertama yang dikeluarkan oleh Republik Indonesia beberapa saat setelah Proklamasi Kemerdekaan. Ada juga perangko unik bergambar Orangutan yang diterbitkan WWF pada tahun 1989 ketika Orangutan ditetapkak sebagai spesies yang terancam punah.

Nah sekarang ngomongin kulinernya ya. Jadi di sini disediakan menu kuliner khas Blitar, seperti Nasi Pecel Blitar dan juga Jangan Blendi Tewel yang pedesnya mantap. Ada juga Tahu Kuwalik, menu andalan yang cuma bisa ditemukan di sini.

Selain makanan, jangan lupa cobain menu Es Dawet Srabi dan Es Pleret khas Blitar yang segernya tujuh turunan!

IndonesiaEnglish